Selayang Pandang

Selayang Pandang

 

 

Layani Sepenuh Hati dengan : Senyum, Sapa, Sabar.

 

Karakter Lokasi dan Wilayah

Wilayah Kecamatan Bantur Kabupaten Malang terletak pada Wilayah Dataran Tinggi dengan Koordinat antara 112O17’10,90” – 112O 57’00,00” Bujur Timur, 7O44’55,11” – 8O26’35,45” Lintang Selatan. Luas wilayah Kecamatan Bantur  adalah 158,9 km2 atau 15.897 ha terletak pada urutan luas terbesar ketiga di Kabupaten Malang dari 33 Kecamatan di Wilayah Kabupaten Malang terdiri dari 10 Desa, 105 Rukun Warga (RW) dan 247 Rukun Tetangga (RT), yang tersebar pada wilayah perdesaan dan terletak antara 0–300 m dari permukaan laut.

Wilayah datar sebagian besar terletak di Desa Wonokerto, Rejoyoso, Rejosari dan sebagian Karangsari, Wonorejo,  Wilayah bergelombang Pringgodani, Bantur, Srigonco dan Sumberbening. Secara administrasi wilayah Kecamatan Bantur berbatasan dengan :

Utara                                 :       Kecamatan Pagelaran

Timur                              :       Kecamatan Gedangan

Selatan                            :       Samudra Indonesia

Barat                                :       Kecamatan Pagak

Kondisi topografis Kecamatan  merupakan dataran rendah pada ketinggian 0 – 300 meter dari permukaan laut yang terletak di bagian selatan Kabupaten Malang. Daerah ini terletak di sebelah selatan  perbukitan kapur (Gunung Kendeng). kondisi topografi wilayah ini sebagian besar adalah potensi hutan, serta memiliki sumber air yang cukup yang mengalir sepanjang tahun melalui sungai-sungainya untuk mengaliri lahan pertanian. Memiliki 10  sumber air besar, yang amat bermanfaat untuk pengembangan potensi persawahan.

Kecamatan Bantur sebagai salah satu wilayah Kabupaten Malang mempunyai peranan yang sangat penting dalam mendukung percepatan pembangunan Daerah Kabupaten Malang khususnya di Wilayah Malang selatan, hal ini karena Wilayah ini mempunyai spesifikasi yakni sebagai daerah pesisir pantai sekaligus sebagai kawasan pengembangan Wisata dengan penghasilan utama adalah pertanian meliputi tanaman  hortikultura salak, alpukat, kelapa serta berbagai produk pertanian seperti Padi, Jagung, Tebu, maupun hasil perikanan, sehingga dalam perkembangan kedepan daerah ini membutuhkan perencanaan dan penataan yang sinergis dan berkesinambungan, dengan harapan agar nantinya  wilayah ini dapat benar – benar mampu mandiri utamanya dalam mendukung upaya pemerintah dalam peningkatan swasembada pangan  yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi yang besar dalam mendukung pemasukan  Pendapatan Asli Daerah .

Oleh karena itu untuk mengatasi kondisi di atas dalam menghadapi tuntutan masyarakat dan tantangan kegiatan  sudah selayaknya dikembangkan sikap “ CEPAT TEMU, CEPAT TANGGAP DAN CEPAT SERTA TEPAT DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN” dalam setiap gerak dan langkah yang akan dilaksanakan, hal ini sesuai dengan Peran Camat yakni  sebagai Mediator, Motivator, Dinamisator serta Fasilitator bagi kelangsungan Pembangunan, penyelenggaraan Pemerintahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang dilaksanakan melalui pembinaan, pengawasan, pengendalian dan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat, yang merupakan kunci untuk melaksanakan kegiatan dimaksud, oleh karena itu Aparat di Tingkat Kecamatan harus dapat menjadi panutan bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Sedangkan untuk memotivasi masyarakat dalam mengembangkan motivasi dan partisipasi  maka kami mengembangankan 3 metode yakni  (Sambung Roso, Sambung Rogo dan Sambung Karso) yang terurai sebagai berikut :

1. Sambung Roso

Sambung roso dimaksudkan adalah bentuk realitas bahwa dalam melaksanakan tugas akan senantiasa memahami perasaan masyarakat melalui budaya, karaktristik serta aspek sosiologis lainnya.

2. Sambung Rogo

Hal ini dimaksudkan bahwa dalam mengemban amanat akan senantiasa mengembangkan tali silahturahmi dan kerja sama  antara Dinas teknis, tokoh masyarakat, cerdik pandai maupun para tokoh agama.

3. Sambung Karso

Bahwa masing – msing pihak yang terkait dengan kegiatan baik itu tokoh masyarakat, Dinas Instansi, organisasi sosial dan politik serta cerdik pandai hendaknya mempunyai visi dan kehendak yang sama yakni tetap berlangsungnya pembangunan demi kemajuan wilayah untuk mendukung pembangunan Kabupaten Malang secara  berkesinambungan.

Sedangkan Secara rinci program kegiatan pada Tahun 2011 ini telah kami susun berdasarkan analisa permasalahan yang mendesak serta menjadi prioritas dengan bahan masukan pokok dari visi dan misi Pemerintah Kabupaten Malang periode  2011 – 2015 yakni terciptanya Kabupaten Malang yang  “MADEP MANTEB”